IKLAN

Saturday, January 23, 2010

Biarkan waktu yang bicara


Memangnya waktu bisa bicara ?
Ah ada-ada saja, judulnya nggak ngetrend...

Biarin aja dech, namanya juga seniman
Kalau nggak ngetrend harus seniman sendiri yang membuat itu jadi ngetrend.
Iya tooh...

Ceritanya begini kawan :

Delapan tahun yang lalu, kami saling bertemu disuatu tempat yang indah , sejuk, menentramkan hati. Pas banget dengan suasana hati yang berbunga-bunga dan memancarkan aura kegembiraan. Kami bertemu dalam suatu pesta, sungguh ku tak menyangka sebelumnya akan ketemu seorang gadis yang sangat menawan hati.

Pada pertemuan itu aku hanya basa-basi seperti biasa layaknya seorang tamu yang menghadiri pesta. Pestapun berakhir dengan sukses dan semua tamu-tamupun pulang kerumah masing-masing ( masa pulang ke rumah tetangga???? )
Sama, aku juga pulang ke rumahku di Jakarta.

Keesokan harinya aku kembali melakukan kegiatanku sehari-hari sebagai seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di bilangan pasar minggu Jakarta selatan. Seminggu, dua minggu tiga minggu dan tak terasa sudah satu bulan setelah pertemuanku kali pertama sudah berlalu.

Pada ahir semester genap itu setelah selesai ujian ahir semester, aku dan kawan-kawan pergi berlibur ke Bandung. Wah asik nih aku bilang.... Refreshing sambil cuci mata di Bandung. Siapa tahu ketemu sama mojang Bandung euy....

Sesampai di Bandung, aku dan kawan-kawan ( berempat kami naik Trooper butut tapi masih lumayan buat nongkrong di kafe bareng kawan pada saat itu... ) aku nginap di Rumah Tante ku di bilangan Awi Ligar.

Ceritanya kali ini ku bertemu kembali dengan sidia ( gadis pesta yang ketemu malam itu ) di depan kampus padjadjaran.
Hi...., Halo.... nice to meet you...eh ketemu lagi.... how are you. etc ....
Saat itu dia kasih aku nomor telepon. HAri itu berlalu begitu saja tanpa ada cerita selanjutnya.


Seminggu aku di Bandung ternyata membuatku semakin betah berlama-lama di sana, apalagi seminggu terakhir itu aku selalu berkomunikasi dengan sidia. Aduh....gawat..( kok ada perasaan yang aneh ...) Lama-lama ternyata perasaan itu semakin menjadi dan ternyata pada weekend pertama di Bandung aku datang ke salah satu rumah makan paforitku sama sidia. Woooow ngedate pertama cooy...

Tapi sayang,
Aku belum juga mengungkapkan perasaanku sama sidia....( maklum masih takut-takut...takut di tolak boo... )

Baru pada pertemuan kedua di Rumahnya, aku sengaja memberanikan diri buat meluncurkan panah asmaraku...( aku tembak.....duooor....) Apa yang terjadi ???
Cintaku ditolaknya mentah-mentah....
Katanya begini :
Bang, kenapa suka sama Indri ?
( Indri itu nama sidia , red : bukan nama sebenar-benarnya ya....itu nama yang aku catut di blog ini aja ... )
Aku bilang Aku suka sama kamu karena kamu baik, cantik, ramah, smart, dll...
Ah Gombal Bang, katanya
Betul aku bilang , aku nggak gombal , betul tulus aku bilang ( seperti gaya Ari wibowo main sinetron... )

Dia tetap menolak cintaku,
Dia bilang dia bisa terima atau nggak nya nanti minggu depan....
Oh my gooood....
Perasan ku di gantung, ( kayak lagunya Melly Guslow...


Tibalah pada saat kencan ketiga, ( aku datang kerumahnya juga )...
Aku tanya lagi sama dia,...
Alhamdulillah...., akhirnya diterima juga....

Terus aku tanya, kenapa butuh waktu selama itu buat kasih jawaban?
Dia bilang, sengaja..
Apakah Abang bener-bener jatuh cinta sama Indri atau hanya main-main?

O.....gitu...
Ternyata waktu yang berbicara...
Waktu yang menjawab itu semua...
Cinta di Bandung
Cinta yang indah menyejukkan hatiku.
Cinta yang tak pernah pudar hingga kini.
I love you...

0 comments:

Post a Comment

Advertise with me