IKLAN

Saturday, November 21, 2009

Andrea kekasih tercintaku

Andrea

Setidaknya itu adalah namamu yang pertama kali kau kenalkan padaku, saat itu kita bertemu di perjalanan menuju ke Bandung. Secara tidak disengaja ku duduk dibangku nomor tiga deretan sebelah kiri dari depan.
Ketika ku duduk tenang dan menikmati indahnya pagi itu yang cerah dan menghangatkan gairahku, tiba-tiba kau datang dan menempati tempat duduk persis disebelahku.

Semula aku nggak peduli dengan kehadiranmu disana, tetapi seiring waktu pemberangkatan dari Jakarta ke Bandung, diperjalanan ada kejadian aneh yang terpaksa syalmu tertiup angin menggangu pandanganku waktu asyik membaca novel cinta karangan sahabatku yag judulnya Cinta seribu warna.

Zappp..., syalmu mengibas mataku.
Maaf Mas, itu ucapan pertamamu yang kudengar.
Aku bilang, nggak papa mbak ( maklum jaim dikit and belaga cuek )
dan kuteruskan bacaanku yang sedang asyik-asyiknya.

Tak lama berselang, kejadian itu berulang lagi sampai lebih dari tiga kali....
Langsung ku tutup novelku di halaman 129, dan kupaksakan wajahku berpaling dari novelku dan kutatap wajahmu yang merah tersipu malu....

Ahirnya kita saling bersapa dan memperkenalkan nama masing-masing'
Andrea, itu namamu yang sampai saat ini masih ku ingat.
Nama yang indah dan sesuai sekali dengan wajahmu yang ayu, cantik menawan hati
dengan rambutmu yang pirang diptong sebahu menambah daya tarik sendiri buatku.

Andrea,
Akhirnya kita sampai ke Bandung
Dan ternyata tujuan kita hampir sama, ke Bandung untuk menemui kerabat yang telah lama tidak pernah dikunjungi. Bahkan ternyata Alamat yang kita tuju satu kelurahan.

Singkat cerita, akhirnya kita saling berbagi cerita
banyak sekali yang kita ceritakan, terakhir kutanyakan padamu " sudah punya pacar apa belum???
Jawabmu, belum...

Wah kebetulan sekali, saat itu hatiku lagi gundah gulana karena ditinggal kepergian pacarku yang telah dipanggil Tuhan kepangkuanNya.

Mendengar jawabanmu, terasa ada angin sejuk yang seolah membuyarkan gundahku walaupun hatiku tetap masih teringat selalu wajah kekasihku yang baru tiga bulan meninggal dunia.

Kita berteman sebagaimana pertemanan biasa tanpa ada kata cinta, namun terasa asyik sekali ketika kita sama-sama curhat tentang masing-masing.

Enam bulan kemudian, kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih, ketika kita sama-sama sudah kembali ke Jakarta.

Aku kuliah di Perguruan Tinggi Tehnik swasta di Pasarminggu, dan Andrea kuliah di STIE di bilangan Jakarta selatan


Empat tahun sudah kita jalani masa pacaran, dan sama-sama sudah menyelesaikan Kuliah kita.
Sayang ...., perpisahan harus terjadi
Andrea meneruskan kuliahnya di Australia
Sedangkan Aku meneruskan kuliahku di Amesterdam


Tapi tetap....
Komunikasi tetap kami jalankan dengan baik,
Rasa kangenku selalu ku obati dengan update FB.
Aku selalu tahu kegiatan terakhir kekasihku Andrea.
Begitu juga Andrea tahu persis kegiatanku
Karena kami selalu update di FB

Berlanjut di Cerita Andrea sesi kedua

0 comments:

Post a Comment

Advertise with me